Membaca

1272725_539795422742036_446763260_o

Oleh: IrpanIlmi

“Sambil menyelam minum air”.Siapa yang tak tau pepatah ini, tanpa masuk sekolah SD pun pepatah ini menular dari mulut ke mulut dan menjadi filosofi hidup.

Mengulang firmanTuhan dalam Al quran “Iqra-Bacalah”, lugas dan jelas pula tegas sebagai bahan panduan umat Islam. Membaca dengan asal kata ‘baca’  tambah imbuhan ‘me’ merupakan kata aktif, dalam bahasa arab disebut binalazim. Jelasnya, membaca adalah bukti bahwa kita manusia aktif dan membedakan antara manusia dan hewan.

Manusia sama dengan Hayawan An Natiq – Hewan yang berbicara. ‘Alhamdulillah Alladzi Qod Akhroja Nataija Al Fikra’ Kalimat ini merupakan kutipan dari kitab Mantiq. Jika diartikan “Puji Hanya milik Allah yang telah memberikan buah pikiran. Buah pikiran manusia terletak pada apa yang diaucapkan. Menilik kebanyak manusia mampu berucap alias ngomong; diwarung kopi, teras rumah, tempat kerja, dan ruang lainnya. Itu semua adalah buah dari bacaan – membaca lingkungan, maupun membaca buku, kitab sekalipun-.

Guru yang sesungguhnya adalah pikiran kita.Semangat membaca harus dikobarkan, setelah itu dibicarakan. Karena tulisan itu sifatnya menguap maka menulislah untuk mengikatnya. Membaca sama halnya berdiskusi, mendengarkan ceramah orang lain, menghargai pembicaraan orang lain, mengetahui dunia. Pun demikian menulis, berdiskusi dengan orang lain, ceramah pada orang lain, dan dikenal orang lain/ dikenal dunia.

Jika kita merasa orang Islam maka membacalah, jika kita orang islam yang berpikir maka menulislah. Alasannya sedikit, karena kita manusia, karena kita islam, karena kita mau untuk mewariskan pendidikan pada manusia lain. Haditsnya“Warasah Al Anbiya- Pewaris para nabi”, pewaris nabi harus membaca dan menulis, membaca dan menulis adalah cukang menyambung silaturrahim, dan mewariskan pengetahuan, pun jalan dakwah bagi umat islam.

Jika membaca adalah menyelam maka menulis adalah minum air.

Latest posts by sabalad (see all)

Share

Membaca

Discussion

Leave a Reply