SABALAD MENGIKUTI WORKSHOP BAHASA DAN SASTRA DAERAH 2015

Yulianita Saputri "Sabalad" (belakang) beserta Rekannya (Depan) Sedang membawakan acara Pementasan hasil workshop Bahasa dan Sastra daerah Di Kampung Budaya Sidang Barang, Kapupaten Bogor Jawa Barat

Yulianita Saputri “Sabalad” (belakang) beserta Rekannya (Depan) Sedang membawakan acara Pementasan hasil workshop Bahasa dan Sastra daerah Di Kampung Budaya Sidang Barang, Kapupaten Bogor Jawa Barat

Jawa Barat sebagai salah satu provinsi terdepan pada hakikatnya bertugas menampilkan diri sebagai salah satu wilayah Indonesia yang bernuansa budaya sunda. Bahasa dan sastra sunda sebagai bagian dari kebudayaan daerah Jawa Barat, mau tidak mau harus tetap eksis di Jawa Barat.

Fungsi dan peran sastra yang begitu besar dalam membangun dan mengasah karakter manusia menjadi focus pekerjaan dan perhatian pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka melaksanakan pembangunan nilai-nilai budaya serta untuk mempertahankan identitas dan jati diri daerah. Bertitik tolak dari keberadaan dan permasalahan tersebut, pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas pariwisata dan kebudayaan dalam rangka pembinaan, pelestarian dan pengembangan sastra daerah serta sebagai pengembangan implementasi dari Perda Provinsi Jawa Barat no. 14 tahun 2014 tentang pemeliharaan bahasa, sastra, dan aksara daerah, menyelenggarakan workshop bahasa dan sastra.

workshop Bahasa dan sastra daerah 2015 di selelnggarakan di kampung budaya Sindang Barang, Kab. Bogor yang di gelar selamat 3 hari yaitu mulai hari rabu-jumat dari tanggal 18-20 Maret 2015. Peserta pada kegiatan workshop bahasa dan sastra sunda yaitu generasi muda sebanyak 60 orang peserta rentan usia 17 s.d 22 tahun yang aktif  pada kesusuastraan daerah. Peserta merupakan perwakilan dari kab/kota di jawa barat yang diantaranya, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Kuniangan, cianjur, Sukabumi, Pangandaran yang khusus di undang oleh Disparbud prov. Jawa barat melalui instansi terkait di kab/kota.

Para peserta merupakan para pegiat bahasa dan sastra dari berbagai kampus/organsisasi diantaranya ISBI, DAMAS, UNPAD, UPI, SMA/SMK, dan tentunya dari Komunitas Belajar Sabalad Pangandaran Yang di wakili oleh dua orang pegiat komunitas.

Acara dimulai di Gedung Bakorwil 1 Jabar Banten Depan Istana Bogor dan di buka oleh bapak Kadis Budaya dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat. selesai pembukaan para peserta langsung menuju Kampung Budaya yang berada di Kecamatan Sindangbarang, Kab.Bogor.

Hari kedua para peserta di suguhi materi tentang kesusastraaan daerah. para Narasumber merupakan para pegiat sastra yang sudah malang melintang dengan karyanya  yaitu Dr. Hawe Setiawan (Materi essay), Dr Cecep burdansyah (Materi Carpon), Etti RS, M.Hum (materi Sajak), Dra. Mimin Mintarsih (Ceu Miming) (Materi Presenter), Taufik Ampera, M,Hum (materi dongeng), Imam Soleh (Materi Drama), Dian Hendrayana (Materi Musikalisasi Puisi).

setelah seluruh Narasumber menyampaikan materinya para peserta di bagi kedalam beberapa kelompok dan memilih salah satu narasumber  yang akan dijadikan pemandu/pembimbing dalam praktek pembuatan karya sastra yang akan di pentaskan dalam acara penutupan workshop bahasa dan sastra daerah pada hari terakhir kegiatan.

selesai pembuatan karya,  malam harinya diadakan gldibersih untuk pemantapan pentas dan tak ketinggalan pula pada malam tersebut peserta juga disuguhi kreasi seni calung dari Kampung budaya.

Acara yang di nantipun tiba, pagelaran hasil workshop bahasa dan sasatra 2015 pun di gelar. Dihadiri oleh instansi pemerintah sempaT dan pelajar tingkat SD dan SMP. Acara di ditutup dengan evaluasi hasi pementasan dan SAYONARA…

Share

SABALAD MENGIKUTI WORKSHOP BAHASA DAN SASTRA DAERAH 2015

Discussion

Leave a Reply