Jas Merah Dari Pulau Jawa

IMG-20160412-WA000.jpg

berfoto bersama setelah pentas teater “jas merah dari pulazu Jawa” oleh Yayasan Teater Keliling Di Gedung HPR- Cintaratu Parigi.

Sedikit gemuruh petir meramaikan langit di sore hari. Hujan yang tak kunjung reda dan aliran listrik yang padam tak menyurutkan semangat seluruh warga untuk menyaksikan Pementasan Teater Keliling yang berjudul “Jas Merah Dari Pulau Jawa”

Pementasan ini di gelar pada hari selasa 12 april 2016 bertempat di gedung HPR Cintaratu Parigi yang dimulai pada pukul 19.30 WIB.

Didukung oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Pangandaran dan Bekerja Sama dengan Komunitas Belajar Sabalad Pangandaran.

Disutradari oleh Rudolf Puspa dan dihadiri oleh 100 penonton lebih, termasuk dari jajaran pemerintah dan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran.

Acara dibuka dengan Tarian Sulanjana yang diisi oleh sanggar seni Krisdupa SMPN 2 Parigi serta sambutan dan prakata panitia oleh Camat Kecamatan Parigi.

Tidak kalah pentingnya, acara penyerahan cinderamata dari Tayasan Teater Keliling kepada pemerintah Pangandaran begitu pula sebaliknya.

Pementasan “Jas Merah dari Pulau Jawa” menceritakan kisah tiga orang sahabat yang memutuskan untuk reuni setelah 15 tahun berpisah.

Mereka berlibur ke pulau Jawa. Masing masing memiliki gaya hidup yang berbeda. Komer (Aditya Jaya) yang terbiasa dengan kehidupan glamor dan konsumtif. Paty (Viva Amalia) sangat aktif mengkritik pemerintah dan Kor (Aa Saepudin) yang menikmati kehidupan kaya raya dari hasil korupsi.

Pada liburan itu, terjadi suatu peristiwa aneh nan ajaib. Tiba tiba mereka di datangi oleh tiga pahlawan dari pulau Jawa yang datang dari masalalu, yaitu Nyi Ageng Serang (Fabiola Sanasya), Dewi Sartika (Mira Oktavia) dan Ir.Soekarno (Abdur R Hidayat).

Ketika pahlawan tersebut datang untuk mempertanyakan arti pengorbanan dari ketiga anak muda tersebut di masa merdeka.

Mereka memperlihatkan sebuah gambaran pahit penderitaan Ibu Pertiwi (Erika Fadilah) yang dikoyak koyak oleh mental penerus bangsa.

Selain peran utama, juga dalam pementasan ini terdapat peran pembantu . Yaitu siswa siswi yang mengikuti workshop teater pada siang harinya dan terpilih 4 orang diantranya dari SMAN 1 Pangandaran, SMAN 1 Parigi dan SMK Bakti Karya Parigi.

Pementasan belangsung selama 2 jam penuh dan ditutup dengan sesi dialog dan evaluasi kegiatan.

Tentang Terater Keliling merupakan grup teater Indonesia yang konsisten berkarya sejak 13 Februari 1974. Di dirikan oleh Ir. Deri Syrna, Rudolf Puspa, Buyung Zasdar dan Paul Pangemanan yang didukung oleh tokoh teater lainnya seperti Jajang Noer, Saraswaty Sunindyo, Ahmad Hidayat, Willem Patriajawane, Syaiful Anwar dan RW Mulyadi.

Teater keliling telah mementaskan lebih dari 1500 pertunjukan diseluruh propinsi di Indonesia dan sebelas negara di dunia. Pada tahun 2010 teater keliling mendapatkan penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan predikat grup teater modern Indonesia terbanyak.

Tahun 1982 dan tahun 1994 mendapatkan penghargaan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Teater keliling memiliki focus utama dalam pembentukan karakter bangsa, pembentukan mental dan emosi. Teater keliling memiliki visi besar untuk terus membawa nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pementasan.

Sebuah kehormatan bagi warga Pangandaran utamanya warga Kecamatan Parigi bisa menyaksikan Teater keliling. Karen ini adalah pertama kali grup teater singgah di Pangandaran.

Selesai Pentas di Pangandaran, Grup teater keliling ini akan melanjutkan pentasnya ke kota lainnya. Diantaranya : Purwokerto, Pati, Kudus, Semarang, Pekalongan dan berakhir di Bandung.

 

Posted from WordPress for BlackBerry.

Latest posts by sabalad (see all)

Share

Jas Merah Dari Pulau Jawa

Discussion

Leave a Reply