BAKSO BERKAH

Oleh : Hosea Himan (Wamena, Papua)

Nama saya Hosea Himan teman-teman biasa memanggil saya Hose. Saya berasal dari Wamena  dan sekarang saya bersekolah di Pulau Jawa yakni SMK Bakti Karya Parigi, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Pada sore hari yang sangat ramai di Kampung Nusantara saya sedang berjalan kemudian saya melihat tukang bakso yang sedang berjualan di pinggir jalan. Dengan teriaknya bakso…… bakso….. bakso…… saya mendekati si tukang bakso itu dan bertanya : “mas, bakso semangkok berapa ?” kemudian si tukang bakso menjawab : “sepuluh ribu kaka”. setelah itu saya pun meminta untuk dibuatkan satu mangkok.

Selesai melahap satu mangkok bakso saya pun merasa kenyang dan bersiap untuk membayar. Saya membayar dengan uang tunai sebesar lima puluh ribu rupiah.

Setelah ku bayar saya merasa heran kepada si penjual bakso itu karena dia memberi kembalian kepada saya dengan pecahan sepuluh ribu dan jumahlnya pun jadi sama yakni lima puluh ribu. Disitulah saya sadar bahwa jujur itu sangat penting dalam kehidupan kita sebagai umat beragama bukan hanya dalam perkataan tetapi juga dalam hal perbuatan.

Setelah itu saya pikir kasih lagi uang kembali kepada penjual bakso itu dengan nominal sepuluh ribu sesuai dengan harga baksonya. Perutku sidah kenyang dan sudah membayar saat itu saya pikir saya harus pulang ke Asrama untuk mengerjakan kegiatan  selanjutnya.

Latest posts by sabalad (see all)

Share

BAKSO BERKAH

Discussion

Leave a Reply